Bersama FKUB Provinsi DKI Jakarta, FKUB Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Kamis, 11 Desember 2025 berkunjung ke Gereja Katerdal dalam rangka memperkuat komunikasi, kerja sama serta menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Rombongan diterima langsung oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo.
Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta KH. Yusuf Aman, MA dalam sambutannya mengutip Surat Al - Hujurat ayat 13, yang artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.
Harmoni tidak mungkin terjadi tanpa adanya perbedaan. Indonesia terdiri dari pulau-pulau, berbagai suku, budaya, bahasa dan agama.
Di dalam Islam ada 3 macam Ukhuwah yaitu Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia/umat manusia.
Pertemuan ini diharapkan adanya harmoni yaitu selaras, serasi, dan seimbang dalam suatu hubungan atau sistem, ditandai dengan rasa saling menghargai, pengertian, kerjasama, dan tidak adanya konflik.
Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Mgr Ignatius Suharyo dalam sambutannya, atas nama seluruh warga masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada FKUB atas tugas mulia yang telah dilakukan.
Selanjutnya disampaikan pula tentang peristiwa penting :
1. Bahwa kongres pertama sumpah pemuda pertama kali diadakan di lokasi dimana tempat pertemuan ini berlangsung, dimana orang muda Indonesia dari berbagai suku, agama mengikrarkan Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu Bahasa Indonesia.
Gereja Katederal didirikan pada Thn 1901 yang saat itu belum ada Masjid Istiqlal, kemudian atas permintaan Presiden Bung Karno agar ditanah kosong yg bersebelahan dengan Gereja Katederal dibangun Masjid , kemudian Masjid itu dinamakan Masjid Istiqlal yang artinya adalah kebebasan atau merdeka. Letaknya yang berdampingan merupakan lambang atau simbol bangsa Indonesia yang hidup harmonis, hal ini merupakan upaya melestarikan cita-cita bangsa Indonesia yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Cita-cita ini dilanjutkan oleh Imam besar Masjid Istiqlal Prof.DR.KH.Nazarudin Umar, MA. dengan membuat terowongan Silaturahmi antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katederal.
2. Agama Katolik mendapat pengakuan dari pemerintahan Hindia-Belanda pada tahun 1807 seiring dengan berdirinya KAJ (Keuskupan Agung Jakarta ) dan menjadi satu-satunya pusat agama Katolik di Indonesia.
Saat ini sudah ada 38 +1, keuskupan diseluruh Indonesia dan 1 keuskupan kalangan TNI, POLRI yang berada di Cilangkap, di Korea dan Filipina disebut sebagi Keuskupan Militer.
Acara ditutup dengan melihat dan berfoto bersama di Gereja Katederal yang merupakan situs cagar budaya bersama Bapak Uskup dan Romo Suyadi dan kunjungan ke terowongan Silaturahmi. (Jakarta, 11 Des 2025)

